Gosip Asuransi

"yuk kita melek asuransi."

Pengertian dan Manajemen Resiko

PENGERTIAN DAN PRINSIP RESIKO

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar istilah ‘resiko’. Berbagai macam resiko, seperti resiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain di jalan, resiko terkena banjir di musim hujan dan sebagainya, dapat menyebabkan kita menanggung kerugian jika resiko-resiko tersebut tidak kita antisipasi dari awal. Pertanyaan selanjutnya adalah, apa sih pengertian dari ‘resiko’, terutama dalam asuransi?

Apa itu ‘resiko’?

Pengertian ‘resiko’ dalam asuransi adalah “ketidakpastian akan terjadinya suatu peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian ekonomis”.

Apa saja bentuk-bentuk resiko itu?

Bentuk-bentuk resiko antara lain resiko murni, resiko spekulatif, resiko particular dan resiko fundamental.

Resiko murni adalah resiko yang akibatnya hanya ada 2 macam: rugi atau break even, contohnya pencurian, kecelakaan atau kebakaran.

Resiko spekulatif adalah resiko yang akibatnya ada 3 macam: rugi, untung atau break even, contohnya judi.

Resiko partikular adalah resiko yang berasal dari individu dan dampaknya lokal, contohnya pesawat jatuh, tabrakan mobil dan kapal kandas.

Sedangkan resiko fundamental adalah resiko yang bukan berasal dari individu dan dampaknya luas, contohnya angin topan, gempa bumi dan banjir.

MANAJEMEN RESIKO

Sebagai suatu organisasi, perusahaan pada umumnya memiliki tujuan dalam mengimplementasikan manajemen resiko. Tujuan yang ingin dicapai antara lain adalah : mengurangi pengeluaran, mencegah perusahaan dari kegagalan, menaikkan keuntungan perusahaan, menekan biaya produksi dan sebagainya.

Apa itu ‘manajemen resiko’?

Manajemen resiko adalah proses pengelolaan resiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian resiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan.

Apa saja tahap-tahap dalam manajemen resiko?

Tahap-tahap yang dilalui oleh perusahaan dalam mengimplementasikan manajemen resiko adalah mengidentifikasi terlebih dahulu resiko-resiko yang mungkin akan dialami oleh perusahaan, setelah mengidentifikasi maka dilakukan evaluasi atas masing-masing resiko ditinjau dari severity (nilai resiko) dan frekuensinya. Tahap terakhir adalah pengendalian resiko.

Dalam tahap pengendalian resiko dibedakan menjadi 2 yakni pengendalian fisik (resiko dihilangkan, resiko diminimalisir) dan pengendalian finansial (resiko ditahan, resiko ditransfer).

Menghilangkan resiko berarti menghapuskan semua kemungkinan terjadinya kerugian misalnya dalam mengendarai mobil di musim hujan, kecepatan kendaraan dibatasi maksimum 60 km/jam. Meminimasi resiko dilakukan dengan upaya-upaya untuk meminimumkan kerugian misalnya dalam produksi, peluang terjadinya produk gagal dapat dikurangi dengan pengawasan mutu (quality control). Menahan sendiri resiko berarti menanggung keseluruhan atau sebagian dari resiko, misalnya dengan cara membentuk cadangan dalam perusahaan untuk menghadapi kerugian yang bakal terjadi (retensi sendiri). Sedangkan pengalihan/transfer resiko dapat dilakukan dengan memindahkan kerugian/resiko yang mungkin terjadi kepada pihak lain, misalnya perusahaan asuransi.

October 20, 2009 Posted by | Dasar Asuransi | , , , , , | Leave a comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.